Kapan garam membantu, kapan tidak
Garam (NaCl) adalah salah satu penanganan paling aman dan murah untuk ikan air tawar, asal dosisnya tepat.
Garam membantu untuk:
- Mengurangi stres setelah pengangkutan, penebaran, atau sortir.
- Parasit kulit ringan, misalnya bintik putih (white spot/Ich), sebagai pendamping perbaikan air.
- Mengurangi racun nitrit: klorida dari garam menghambat nitrit masuk ke darah ikan.
Garam BUKAN solusi untuk:
- Infeksi bakteri berat (luka borok meluas, kematian massal). Kunci utamanya perbaikan kualitas air, dan bila perlu konsultasi ahli.
- Air yang kotor atau kekurangan oksigen. Perbaiki airnya dulu.
Cara memberikan garam dengan benar
- Pakai garam tanpa yodium (garam ikan atau garam krosok).
- Larutkan dulu di ember berisi air kolam, jangan tabur langsung ke ikan.
- Tuang bertahap, misalnya setengahnya dulu, sisanya beberapa jam kemudian.
- Amati ikan 1–2 jam pertama. Jika ikan gelisah berlebihan atau megap-megap, ganti sebagian air segera.
- Garam tidak hilang karena penguapan. Kadarnya hanya turun lewat ganti air. Saat menambah air karena menguap, jangan tambah garam.
Cara menghitung volume kolam sendiri
| Bentuk | Rumus (ukuran dalam meter) |
|---|---|
| Kotak / beton | panjang × lebar × tinggi air × 1.000 |
| Terpal bundar | 3,14 × (diameter ÷ 2)² × tinggi air × 1.000 |
| Akuarium (cm) | panjang × lebar × tinggi air ÷ 1.000 |
Yang dipakai adalah tinggi air, bukan tinggi dinding kolam. Contoh: terpal bundar diameter 2 m dengan air 80 cm berisi ±2.512 liter.
Perhatian
- Mulai dari dosis terendah, terutama untuk benih kecil dan ikan tanpa sisik seperti lele dan patin.
- Tanaman air dan sebagian ikan hias sensitif terhadap garam.
- Kalkulator ini untuk ikan air tawar. Ikan laut punya penanganan berbeda.
